Skip to Content | Skip to Menus | Copyright?

Posted on

Umumnya kalau ujicoba aplikasi berbasis web di komputer PC kita akan menggunakan jalur akses http://localhost. Sementara saat di server online kita akan menggunakan nama domain seperti http://namadomain.tld ( tld : top level domain ).

Sekarang pertanyaannya, bagaimana supaya kita bisa mengakses localhost tapi tidak dengan menggunakan http://localhost, sebut saja misal http://namaproject.dev sementara ( nantinya atau pada production server ) kita akan menggunakan akses http://namaproject.xyz

atau bukan tidak mungkin pada saat di localserver, kita menggunakan akses yang sama seperti http://namaproject.xyz seperti seolah-olah kita sedang berada di lingkungan production ( online ).

Mau tahu caranya? mmmm mau tahu aja apa mau tahu banget … hehehe…yuk kita simak sama-sama

Menyesuaikan judul artikel maka kali ini kita akan menggunakan tools XAMPP for Windows, yang saat artikel ini ditulis tersedia dalam varian PHP 5.6.15, 7.0.2 ( nama versi XAMPP sama dengan versi PHP yang disertakan )

sebagai contoh karena saya terlanjur mendownload XAMPP yang versi 5.6.15, jadi kita pakai yang ada saja dulu ya. Tenang prinsipnya sama saja kok.

Tahapan :

  1. Pilih XAMPP dengan versi PHP yang diinginkan.
  2. Extract ke salah satu drive.
  3. Localhost pertamaku
  4. Setup host pada system Windows
  5. Setup Apache configuration
  6. aktivasi dan setting database phpMyadmin

tahap 1.

Download XAMPP dari sumber resminya di http://apachefriends.org/download, pilih yang auto extract ( supaya tidak pakai repot tambahan …hahaha )

Perhatikan, ukurannya sekitar 108 MB, jadi pastikan koneksi dan kuota cukup memadai. Mau yang cepat, cari teman yang sudah download, trus di copy deh.

xampp-download

tahap 2.

Extract ke salah satu drive misal G:/

kalau bisa disediakan satu drive tersendiri khusus untuk localserver ( bukan kenapa-kenapa, biar rapi dan tertib administrasi saja ).

Proses extract tergantung seberapa resource komputer, kadang bisa ditinggal minum kopi atau ditinggal mandi baru selesai. Tidak perlu ada intervensi apapun, biarkan saja sampai proses extraksi selesai.

Tahap 3.

Kita coba hasil extraksinya, dengan mengakses http://localhost

screenshot :

dan akses ke phpMyadmin.

disini akses database tersedia untuk beberapa user, dan kali ini kita akan membuat user baru untuk database, sebut saja username-nya aquc ( 2 karakter dari aqua kan aquc ), dan kita set saja priviledge nya ALL ( buat local sih tidak ada masalah ) dan passwordnya : a17u3p419S ( hayo apa itu … )

Tahap 4.

Setup host di system Windows.

Tahapan ini penting dan mohon berikan perhatian yang cukup memadai.

Kita akan membuka file host yang terdapat pada :

C:\Windows\system32\drivers\etc

berhubung file host ini tidak memiliki file extension, maka kita akan buka dengan text editor ( disini karena saya biasa pakai Sublime Text ya yang ada saja dipakai … dilarang komplain …hahahaha )

tambahkan baris :

127.0.0.1 myproject.dev ( perhatikan ada spasi antara nomor IP dan nama host )

lalu Save.

Tahap 5 :Setup konfigurasi Apache

Supaya server ( Apache ) tahu kalau kita membuat localserver dengan custom domain ( host ), kita perlu sedikit melakukan editing pada file : G:\xampp\apache\conf\extra\httpd-vhosts.conf

dan memodifikasi seperti contoh :

##<VirtualHost *:80>
##ServerAdmin [email protected]
##DocumentRoot "G:/xampp/htdocs/dummy-host2.example.com"
##ServerName dummy-host2.example.com
##ErrorLog "logs/dummy-host2.example.com-error.log"
##CustomLog "logs/dummy-host2.example.com-access.log" common
##</VirtualHost>

<VirtualHost *:80>
DocumentRoot "G:/xampp/htdocs/localproject"
ServerName myproject.dev
<Directory "/xampp/htdocs/localproject">
Require all granted
AllowOverride All
</Directory>
</VirtualHost>

Perhatikan ada penambahan berupa <Directory>

OK tahapan ke-4 dan 5 sudah berhasil dilalui dengan baik, dan kita harus melakukan restart Apache.

Tahap 6 : Instalasi WordPress ( sebagai material myproject )

sejauh ini sudah OK, dan selanjutnya kita install WordPress ( jangan komplain kenapa WordPress ya, soalnya saya pengembang theme dan plugin WordPress jadi yang ada dipakai … hihihi sedaap kan )

Extract paket WordPress ke dalam folder G:/xampp/htdocs/localproject

Sampai disini, kita bisa langsung mengakses melalui http://myproject.dev dan dilanjutkan dengan instalasi WordPress.

untuk menginstal WordPress kali ini kita harus membuat database baru dan cara yang mudah adalah dengan memanfaatkan phpMyAdmin.

screenshots :

So sampai disini kita sudah memilki project local dengan akses http://myproject.dev dan tidak lagi berupa http://localhost/localproject.

Bagaimana bila kita sedikit tambahkan eksperimen dengan menggunakan halaman url yang sama di production server ( http://myproject.xyz ) ?

Caranya simple, lakukan modifikasi seperlunya seperti tahap 4 dan 5, dan jangan lupa melakukan restart Apache supaya perubahan pada file host dan httpd-vhosts.conf bisa dibaca oleh server.

PS : untuk penggunaan localserver dengan nama host sama seperti di production server, kelemahannya adalah tidak bisa menjalankan XAMPP secara bersamaan saat sedang online.

PPS : Alternatif lain, saat akan online dengan menggunakan akses ke production server pastikan setting pada langkah ke -4 dan 5 di nonaktifkan dulu. ( Supaya tidak terjadi konflik kepentingan antara Apache di XAMPP dengan server di production server ).

So, akhirul ketik, selamat bermain-main dengan Apache dan selamat berkarya.

Saya, Riesurya mohon diri ( padahal mau tidur hahaha – nulisnya malem nih ), dan selamat bertemu lagi di edisi tutorial lainnya.

Last Modified on :

CopyRight & Left : ©2007 - now and forever

part of DeVio Multimedia

TOS - Help - Contact - About

Developed with DeVio Playground - Theme Framework