Skip to Content | Skip to Menus | Copyright?

Posted on

Script yang digunakan baik dalam theme dan ataupun plugin sebaiknya diregister terlebih dahulu, dan untuk kemudian baru dipanggil melalui prosedur wp_enqueue_script. Mengapa demikian? Apakah akan mempengaruhi kinerja dan beban server ? Bagaimana pengaruhnya terhadap fleksibilitas dalam modifikasi kode ? Mari kita simak sama-sama apa sih jawaban pertanyaan di atas.

Menurut WordPress Codex : “Registers a script file in WordPress to be linked to a page later using the wp_enqueue_script() function, which safely handles the script dependencies.” dan terjemahan bebasnya adalah  “Dengan meregister suatu file script yang untuk kemudian dipanggil ke dalam halaman dengan menggunakan fungsi wp_enqueue_script() akan meyakinkan bahwa ketergantungan antar script dapat lebih terjamin“.

Implementasi wp_register_script

Untuk memahami bagaimana cara melakukan register script, kita perlu tahu pola penulisan kodenya.

<?php wp_register_script( $handle, $src, $deps, $ver, $in_footer ); ?> 

penjelasan :

$handle ( string ) : nama singkat untuk script, unik dan akan digunakan selanjutnya sebagai handle pada wp_enqueue_script()

$src ( string ) : URL script. Penulisan URL script sebaiknya tidak pernah berupa hard-link ( seperti http://namadomain/lokasi/namascript.js ), melainkan gunakan seperti plugins_url() untuk plugins dan get_template_directory_uri() untuk themes. Hal ini dimaksudkan agar fleksibilitas tetap terjaga.

$deps : ( array ) opsional : ketergantungan suatu script atas script yang lain. Misal Bootstrap javascript akan memiliki ketergantungan terhadap keberadaan script jQuery.

$ver ( string ) opsional : versi script yang digunakan. Tidak wajb, hanya sebagai penanda bilamana script yang digunakan mempunyai batasan tertentu.

$in_footer ( boolean ) opsional : Umumnya script akan ditampilkan di dalam tag <head>. Bilamana diinginkan script tampil di bagian footer ( sebelum tag </body> ), maka bisa diset sebagai true. Syaratnya, theme harus memiliki wp_footer() pada file footer.php atau lokasi yang sesuai.

Contoh :

wp_register_script( 'isotope', trailingslashit( get_template_directory_uri() ) . 'assets/isotope/jquery.isotope.1.5.25.min.js', array('jquery'), null, true);

perhatikan penulisan contoh kode di atas !

$handle : isotope ( penanda )$src : trailingslashit( get_template_directory_uri() ) . ‘assets/isotope/jquery.isotope.1.5.25.min.js

$deps : array( ‘jquery’ )

$ver : null ( jangan tampilkan versi )

$in_footer: true ( tampilkan script tepat sebelum tag </body> )

Output dari contoh diatas tidak akan nampak di halaman render HTML, karena fungsi wp_register_script() ini hanya mendaftarkan saja. Dan untuk menampilkannya dibutuhkan fungsi wp_enqueue_script() melalui hook action wp_enqueue_scripts(). Bingung? Tenang, tidak sesulit seperti kelihatannya kok. Aslinya mudah sekali, percaya deh sama saya :)

Sampai disini, script belum benar-benar teregister di dalam system WordPress, lho kok bisa ?

Ya iya lah, contoh di atas kan masih berupa fungsi. Apa jadinya suatu fungsi bila tidak pernah dipanggil dan terhubung ke dalam system? Mau tahu caranya …yuk lanjut.

Menghubungkan script ke dalam system

Untuk menghubungkan script yang diregister, kita harus memanggilnya dengan menggunakan hook action, dalam hal ini sebagai fungsi target_hook-nya adalah wp_enqueue_scripts().

Perhatikan, penggunaan wp_enqueue_scripts() beda dengan wp_enqueue_script() !

add_action( 'wp_enqueue_scripts', 'enqueue_and_register_my_scripts' );
function enqueue_and_register_my_scripts()
{
wp_register_script( 'isotope', trailingslashit( get_template_directory_uri() ) . 'assets/isotope/jquery.isotope.1.5.25.min.js', array('jquery'), null, true);
}

dan dengan demikian sudah resmi dan teregister ke dalam system, dan siap dipanggil ke bagian yang membutuhkan.

masih penasaran bagaimana cara kerja pemanggilan script diatas? Silakan dilihat dan disimak artikel terkait.

Baca juga artikel terkait berikut ini

  • wp-enqueue script the right way

    Pada artikel seputar wp_register_script() kita sudah paham bagaimana caranya mendaftarkan script dan menghubungknnya ke dalam system. Tutorial kali ini kita…

Last Modified on :

CopyRight & Left : ©2007 - now and forever

part of DeVio Multimedia

TOS - Help - Contact - About

Developed with DeVio Playground - Theme Framework