Belajar membaca kode PHP dengan logika

Membaca kode PHP dengan logika? Mungkin bagi sebagian orang hal ini amat masuk akal, dan bagi sebagian lagi amat tidak normal :D.
Ya, bagaimana caranya membaca baris-demi baris kode program dalam hal ini PHP dengan mudah dan tanpa bikin migrain melanda.
Artikel ini saya persembahkan untuk seseorang yang amat sangat berjasa menghantarkan saya ke dunia website. Mau tahu bagaimana dan siapakah beliau ? Silakan dibaca lanjut gan 😀

Artikel ini mungkin akan membosankan, karena tidak bercerita tentang tips dan atau trik seputar PHP. Memang tidak, tapi bisa jadi akan menginspirasi anda dalam belajar, apapun …gak percaya? Ya sudah, saya juga gak maksa kok 😛

Sobat,
hingga saat ini pun (bahkan saat artikel ini dikerik eh diketik) dengan ke 4 jari ( 2 jari telunjuk dan 2 jari tengah – sudah gak luwes lagi mengetik 10 jari – mode ASDF JKL; )
saya masih terus belajar bagaimana caranya supaya bisa lebih lancar membaca baris-demi baris kode PHP seperti membaca koran (belum sampai tahap membaca kode PHP seperti membaca komik bergambar :D).

Saya bukan lulusan sekolah IT (maunya sih, suatu saat nanti mungkin, sekalian ambil S2 aka aka Magister aka Master bidang IT , amiin), hanya lulusan farmasi di salah satu universitas farmasi terbaik di negeri ini. ya iyalah, masak saya bilang kampus saya bukan yang terbaik…bisa kualat nanti :)) )

Flashback, pendidikan Profesi Apoteker , Farmakokinetika Terapan dan Logika

Bermula dari masa-masa kuliah profesi apoteker (Farmasis), dan menghadapi ujian Farmakokinetika Terapan. ini salah satu mata kuliah “mengerikan” bagi calon Farmasis. Dari namanya saja jelas, kombinasi dan variasi antara ilmu farmakologi (kombinasi ilmu farmasi dan kedokteran), fisika, kimia dan matematika dalam bentuk terapan.

Meski sebenarnya “mengerikan” mata kuliah ini bagi saya amat sangat menarik, karena :
– nama ilmunya keren (hihihi…)
– ada unsur kimia nya ( It’s my favorite subject )
– ada fisika terapannya ( I love physic too )
– dan saya pun sangat suka Farmakologi ( the best thing for pharmacist )

namun begitu untuk bisa mengerti dan memahaminya amat sangat penuh tantangan. sampai-sampai kalau ujian Farmakokinetika Terapan (kami di kampus farmasi menyingkatnya sebagai Farkin) yang namanya ujian susulan itu lumrah 😀

Terlebih berhubung untuk nilai pendidikan Apoteker / Pharmacist di kampus saya (Farmasi Universitas Airlangga) tidak boleh ada nilai D, maka mau tidak mau, suka tidak suka harus lulus mininal nilai C.

Saya sendiri bukan mahasiswa profesi farmasis yang pandai. Perlu lebih banyak belajar dan kerja keras untuk lolos dari lubang jarum ujian, dibandingkan teman-teman lain.
PS: di Farmasi, pendidikan Farmasis adalah pendidikan profesi tersendiri setelah selesai pendidikan sarjana farmasi

Nah itu sedikit ceritanya.

Membaca kode PHP dengan Logika?

Lalu apa hubungannya dengan membaca kode PHP dengan logika?

Begini sobat,
pada salah satu kesempatan, saya berhasil menemui seseorang yang hingga kini tidak akan saya lupakan. Beliau adalah Guru Besar Farmasi Unair, Professor Sjamsiah (maaf Prof, kalau salah ketik nama).

Dalam pertemuan yang lumayan singkat (saking singkatnya jawaban beliau pun singkat sekali).
Saat itu saya menanyakan, bagaimana caranya supaya saya bisa menempuh ujian Farmakokinetika Terapan yang beliau asuh. (bukan cari bocoran soal ye :P).
Dan alangkah bingungnya saya (saat itu), saat jawaban beliau adalah “Dengan Logika

Gubrak, ternyata jawabannya itu saja. ….swing swing swing …deh

Dan akhirnya, setelah merenung (bukan melamun ya) saya pun memberanikan diri membaca buku-buku terkait Farmakokinetika, dan hasilnya…jangan kaget ya. bukan buat pamer, saya percaya hasil yang diperoleh adalah karunia.

Dalam ujian Farmakokinetika Terapan yang Alhamdulillah bisa saya tempuh dalam waktu sekitar 30 menit (dari alokasi 120menit), saya mendapat nilai 94 (nyaris sempurna, 100).

Sejujurnya saya sendiri juga heran saat ujian kok rasanya semua terasa mudah dipahami. Saat membaca literatur-demi literatur Farmakokinetika terasa seperti membaca koran Jawa Pos (koran yang biasa dibaca di kios koran, maklum anak kos – gak bisa beli koran, paling banter numpang baca di kios koran , atau di perpustakaan atau di warung makan kalo ada :D)

Hal tersebut, “Dengan Logika” hingga kini masih saya pakai dan Alhamdulillah so far so good.

Pakai Logika karena kita adalah manusia

Sobat,
banyak dari kita yang merasa sulit mencerna kode program karena kita memulainya dengan sugesti “ini kan bahasa program, bahasa sulit”, so jadilah itu sulit 😀

Bila diteliti lebih lanjut, bahasa program apapun, termasuk PHP adalah interpretasi dari logika manusia, dan tentunya dan seharusnya bisa dipahami dengan logika pula.

Sebagai contoh (pada Joomla template):
< ?php if ($this->countModules(‘pos2’)): ?>
<div class=”mod2″> <jdoc:include type=”modules” name=”pos2″ style=”” /> </div>
< ?php else: ?>
< ?php if ($this->countModules(‘pos3’)): ?>
<div class=”mod3″> <jdoc:include type=”modules” name=”pos3″ style=”” /> </div>
< ?php else: ?>< ?php if ($this->countModules(‘pos2’ and ‘pos3’)): ?>
<div class=”mod23″> <jdoc:include type=”modules” name=”pos2″ style=”” /><jdoc:include type=”modules” name=”pos3″ style=”” /> </div>
< ?php endif; ?>
maka akan dibaca sebagai :
“Jika di setup module position 2,
maka tampilkan div class mod2,
namun bila di setup module position 3 saja,
maka tampilkan div class mod3,
selain itu tampilkan div class mod23,
dan jangan lupa tutup statement”
atau bila di WordPress misalnya (kode dari custom free themes by Riesurya) :

<?php if (has_post_thumbnail()) { the_post_thumbnail(array(260,180));} else { echo ‘<img src=”‘.get_bloginfo(“template_directory”).’/noimageforthispost.png” width=”260″ height=”180″ alt=”noimageforthispost”/>’;} ?>

“Jika di artikel ada post thumbnail,
maka tampilkan post thumbnail dengan ukuran 260px x 180 px),
kalo gak ada,
tampilkan alternatif image bernama noimageforthispost.png dari folder themes”

Nah sampai disini saya harap sobat-sobat semua dapat mengambil hikmah, bahwa manusia dikarunia sesuatu hal oleh Yang Maha Pencipta, yaitu logika.

Dengan logika itulah ternyata kita bisa memahami tanpa harus menghafal semua (kalo lupa? wajar, untuk itulah perlu Praktek Praktek dan Praktek terus).

Dan akhirul kalam,
Terimakasih kepada Guru ku Prof Sjamsiah atas nasehat “Dengan Logika” nya, saya akan ingat dan gunakan selalu. Semoga menjadi ladang amal bagi Ibu. Insya Allah bila ada kesempatan saya akan ke Surabaya lagi.

“My love is Physics,
My endless love is Chemistry,
My passion is Web,
My personal web is Myfia On The Web,
Chemistry bring me to love Web Programming”

Comments are closed.