Berhemat dengan HTTP Request

Postingan ini akan terasa menjemukan buat yang sudah tahu, dan mudah-mudahan tidak menjemukan buat yang lain.
Ide penulisan kali ini apa? saya juga tidak tahu pasti, cuma lagi kepengen nulis aja 😛

Maunya masih berkaitan dengan bagaimana membuat suatu website bisa dihadirkan dengan cepat dan mengurangi beban server. Apakah dengan kuota data transfer (sering disalahartikan dengan istilah bandwith), yang besar akan membuat web tampil dengan cepat? Atau lantaran merasa server diperkuat dengan skuad Processor terbaru dan High Frequency maka tidak perlu khawatir dengan berapa lama web bisa tayang? Mari kita bahas sama…yuuuukk

Bagaimana dengan HTTP Request itu sendiri? Darimana bisa tahu?
Nah kalo yang bagian HTTP Request ini bisa diketahui oleh publik. 😛
Mungkin anda akan berpikir, kalo begitu bisa ketahuan dong daftar ‘dosa’ yang dibuat …:D

Sebelum pada salah paham (bisa dianggap sok nanti saya nya).
‘Dosa’ yang dimaksud adalah betapa kadang pengembang website melakukan bombardir dengan menggunakan aneka ragam fitur semata-mata untuk menampilkan tampilan yang wah tanpa memperhatikan apakah tampilan wah itu bisa dinikmati atau tidak oleh pengunjung atau apakah hanya akan mempercepat pergerakan pointer mouse menuju tanda silang di tab browser lantaran halaman lama diload.

Banyak cara dan akan semakin banyak bila anda (juga saya tentunya) rajin-rajin (tidak cukup hanya rajin 😀 ) memperhatikan daftar HTTP Request, dan untuk ini bisa menggunakan fasilitas addon dari Firefox, Google Speed atau YSlow misalnya.

Dari situ bisa tampak, elemen-elemen apa saja yang dipanggil selama upaya browser (user agent ) mengolah data dari server.
Berapa banyak gambar (images) yang dipanggil, seberapa banyak file javascript yang disodorkan, dan tentunya seberapa banyak query database yang dihasilkan selama pemanggilan (Request) ke server.

Kondisi semacam diatas sering saya temui. Pengembang (mungkin atas permintaan klien?) menyodorkan sejumlah elemen yang bukan hanya dari sisi ukuran yang segede gaban, tapi juga jumlahnya yang berderet antri. Alasannya, supaya tampilan bisa keren dan gaul.

Apakah berarti web harus tampil minimalis supaya loadingnya cepat?
saya tidak bilang kalo web harus minimalis lantaran menghemat jumlah ukuran document size dan juga jumlah elemen.

Hanya kalau bisa dihemat kenapa harus dihambur?
Untuk gambar misalnya, bisa menggunakan teknik lawas tapi tetap manjur, seperti CSS Sprites, dimana sejumlah gambar bisa dijadikan satu.
Atau juga menggunakan teknik Javascript Combination untuk menggabungkan sejumlah file javascript menjadi satu bagian dan hal itu berarti menghemat pemanggilan ke server (HTTP Request).

Apalagi kalau dikombinasikan dengan teknik Future Expire Header, dan compression misalnya. Maka hasil yang didapat adalah berkurangnya HTTP Request, Document size yang lebih kecil dan masa expire yang lebih lama. Total hasil adalah web yang diloading lebih cepat tanpa mengurangi nilai keren dan gaulnya.

Jadi, anda lah yang menentukan apakah tetap pada pendirian yang penting keren dan gaul dengan tidak mempedulikan seberapa berat loading halaman ataukah sing penting keren n cool plus speed loading.
Nah kalo udah begini terserah anda, dan saya pamit mau tidur dulu 😛

Comments are closed.