Disable right click, apakah memang perlu ?

Topik kali ini bisa jadi sudah sangat basi, karena sudah banyak diperdebatkan dan digosipkan. Ada apa dengan disable right click alias tidak bisa di-klik kanan? Apa sih sebenarnya disabled right click itu? Buat apa? dan Apa perlu? Buat yang belum tahu dan mau tahu lebih lanjut, silakan dilanjut gan. Tulisan ini saya buat sengaja setelah membaca sebuah topik di forum dan kebetulan juga ada di kata kunci yang masuk ke situs ini, jadi sekalian aja dibahas.

Apa sih Disabled right Click itu?

Dari terjemahan secara harfiah berarti “tidak bisa di klik kanan” atau lebih ekstrim “Dilarang Klik Kanan”. bagaimana dengan Disabled Left Click?
Penggunaan istilah disabed right click ini sendiri mengacu pada bahwa sebagaian besar orang dan yang menggunakan mouse adalah right handed alias bukan kidal (left handed). Dan aktifitas klik terhadap suatu link atau tombol pada layar website adalah dengan menekan bantalan mouse sebelah kiri. Dan bantalan sebelah kanan biasanya digunakan untuk antara lain melakukan aktifitas memuat context menu dari browser.

Mungkin kalo buat orang-orang kidal maka ada baiknya dibuat mouse / tetikus yang disesuaikan, dan maka istilah diatas adalah sama dengan Disabled Left Click.

Tujuan penggunaan Disabled right click?

nah ini yang perlu dipahami juga. Jangan pernah menggunakan sesuatu tapi tidak tahu maksudnya atau hanya sekedar ikut-ikutan :P.
Pada awalnya tujuan dari “tidak bisa di klik kanan” adalah agar pengunjung “tidak bisa” melakukan aktifitas seperti meng-copy-paste suatu image atau teks yang tampak pada layar monitor browser.

Bagaimana membuat Disabled Right Click?

Karena cara bekerjanya adalah pada sisi klien (client side) maka umumnya metode yang digunakan adalah dengan menggunakan javascript. Seperti apa kode javascriptnya silakan googling sendiri ya. Banyak kok.

Cara mengatasi Disabled Right Click ?

Kalau dibilang penting, mungkin akan penting buat yang merasa bahwa pelarangan copy paste image atau text secara langsung dari browser adalah tidak diperbolehkan.
Namun hal itu kan tidak menjamin bahwa gambar atau teks yang tampak tidak bisa di copy paste 😛

Sisi lain, karena metode diatas menggunakan javascript, maka bila pengunjung menonaktifkan fungsi javascript pada browser maka dengan serta merta metode tadi tidak berlaku lagi.
Atau bisa juga dengan menggunakan browser yang tidak mempedulikan isi kode metode diatas, Opera Browser misalnya.

Sementara ada sisi lain. dengan penggunaan metode diatas, secara kenyamanan berkunjung akan sedikit banyaknya mengurangi interaksi dari pengunjung.
Terlebih bila pada saat melakukan klik kanan dan muncul pop up macam “Hayoo ngapain, dilarang klik kanan ya”
Itu masih tidak seberapa, bila ditambah animasi javascript macam snake race (kayak di game handphone) apa tidak malah tambah menggangu kenyamanan pengunjung.
Hasilnya? Pengunjung anda akan pilih menekan tombol “X” pada tab browser dan itu berarti selesai sudah kunjungan ke situs anda.
Pahitnya lagi, pengunjung pun malas atau enggan kembali lagi. nah lhooo

Bila masih berpikir atau misal sobat mempunyai klien pembuatan web yang menginginkan fitur semacam diatas, silakan pikirkan lagi baik buruknya.Sekian dulu renungan kali ini.

 

Comments are closed.