How to optimize Google indexing on Flash website

Banyak pertanyaan di berbagai forum maupun … bagaimanakah nasib animasi flash, apakah bisa terindeks dengan baik oleh Google ? Ada pendapat yang menyatakan bahwa percuma saja pakai flash karena kemungkinan terindeks kecil atau bahkan tidak sama sekali. Apa benar seperti itu? Lalu bagaimana dengan nasib web yang menggunakan flash secara keseluruhan? Apakah hanya akan menjadi penggembira dunia internet? Mau tahu jawabannya, silakan dilanjut gan.

Masih seputar flash, yang hingga saat postingan ini ditulis masih menduduki topik dengan peringkat pertama di Myfia On The Web. Postingan ini pun akan menjadi pertamax (pertama kali) di riesurya dot com yang muncul di kategori SEO – Search Engine Optimation (biar agak mudah aja klasifikasinya).

Animasi flash selain bisa membuat tampilan web tampak menawan (entah siapa yang jadi tawanannya :P) juga sekaligus membuat repot, apalagi kalau yang minta adalah klien yang punya mau tidak mau tahu. Maksudnya? Ya situs yang dibuat dengan flash harus bisa terindeks dengan baik di Search Engine tanpa peduli bisa atau tidaknya.

Bila ada yang pernah mengalami kasus semacam ini beberapa tahun silam mungkin akan merepotkan juga. Gimana gak bikin repot, kan yang atur algoritma index search engine bukan si pembuat web flashnya (gak tahu juga kalo si pembuat web flash adalah juga Engineer nya Search Engine macam Google :D).

nah daripada salah kaprah dan sok tahu kenapa tidak tanya langsung ke Google, dan apa kata Google tentang ini.

Rumor seputar Flash content dan Google Index

Berikut kutipan dari Google Webmaster Tools 30 Juni 2008 yang lalu.

  1. Boleh tahu gak, apakah mesin Google dapat mengindeks konten dalam animasi flash? Kalo memang bisa, konten yang seperti apa? Bila gak …ya gak apa-apa deh (pasrah set ON) GWT: Ya boleh tahu dong. Jadi begini , semua teks yang dapat dilihat oleh dan berinteraksi dengan pengguna/pengunjung web bisa diindeks. Dengan kata lain, semua kata-kata yang tampak di file Flash dapat digunakan sebagai query terms pada pencarian di mesin Google. Begitu juga dengan links (dalam Flash) ke halaman dalam website. Gak usah pake pasrah begitu kalee
  2. Trus kalo image / gambar dalam animasi juga bisa terindeks ? GWT: Saat ini, kami hanya menjelajahi dan mengindeks konten teks dalam file Flash. Jadi kalo di file Flashnya hanya ada image, mesin kami gak bisa membaca isi tulisan di dalam image-nya. . Begitu juga, mesin kami tidak tidak mengenali apalagi menggenerasi anchor teks pada tombol (buttons) Flash yang mengarah ke URL kalo tidak ada teks yang bersesuaian.
  3. Bagaimana dengan flash video (FLV), bagaimana peluangnya untuk bisa terindeks?GWT: Wah maaf banget bro, Google tidak mengindeks file FLV files, seperti video yang tampil di YouTube, soalnya gak ada elemen teksnya sih
  4. Gimana sih caranya Google melihat isi kontent dalam animasi Flash?Algoritmanya gimana sih? Detailnya sekalian ya (ditraktir kopi secangkir deh) GWT: Kalau yang satu ini masih dalam pengembangan algoritma yang pada tujuannya dapat menjelajahi isi file Flash sebagaimana pengunjung manusia, seperti mengklik tombol, memasukkan input dan lainnya. Detail algoritma tentu saja gak bisa dipublikasikan. Intinya sih efektifitas algoritma ini dikembangkan dengan memanfaatkan library (pustaka) Searchable SWF Adobe yang baru. (kalo soal kopi sih kami memang suka banget yang namanya Caffein sampai istilahnya Google Caffeinated
  5. By the way, mau tanya lagi nih. Apa sih yang jadi kendala mesin Google saat menjelajahi dan mengindeks file Flash? GWT: Saat ini ada 3 batasan utama dan sampai sekarang masih dipelajari dan dicari solusi paling ampuhnya.
    • Googlebot tidak mengeksekusi beberapa tipe JavaScript. Jadi kalo animasi Flash di web nya tampil dengan menggunakan JavaScript, Google bisa jadi mengabaikan file Flashnya, alhasil ya tidak terindeks.
    • Kami saat ini tidak menghubungkan (attach) konten dari sumber external yang di muat (loaded) oleh file Flash. Jadi kalo file Flashnya meload file HTML,XML, dan atau file SWF lainnya dll, Google akan mengindeks secara terpisah sumber-sumber external tadi hanya saja tidak akan dianggap sebagai bagian dari file Flash nya sendiri.
    • Sementara kami mulai mengindeks hampir semua bahasa yang ada di web, bersamaan kami juga mengalami kesulitan dengan konten Flash yang ditulis dalam 2 bahasa (bidirectional language). Hingga hal ini terselesaikan, kami masih belum mampu mengindeks konten file Flash yang menggunakan bahasa Arab dan Yahudi .

    Namun begitu, jangan khawatir, kami senantiasa membuat perkembangan issue ini. jadi jangan kemana-mana ya.

dan pada rilis 18 Juni 2009, Google Sofware Engineer mengumumkan bahwa algoritma mesin Google telah mencapai kemajuan dalam hal index-mengindex file Flash dan sumber external yang melekat dengan file Flash tersebut.Singkatnya:

  1. Konten teks yang melekat dengan file Flash yang ditampilkan sebagai interaksi pengguna sudah dapat treindeks
  2. Penjelajahan links dalam file Flash
  3. Memuat sumber external dan konten terkait dengan file induk
  4. Dukungan (support) teknik JavaScript umumnya untuk meng-embed Flash, seperti SWFObject dan SWFObject2.
  5. Mengindeks situs yang menggunakan AS1 and AS2, bahkan bila ActionScript nya diacak (obfuscated). Pada Update 19 Juni 2009: Mesin Google sudah dapat mengindeks AS3 juga.

Note: Bila Anda tidak mau file SWF atau sumber external nya di-jelajahi oleh search engine dapat menggunakan arahan (direktif) didalam file robots.txt

dan hingga 3 hari yang lalu muncul kabar menggembirakan dari Mas Google dalam rilis terbaru dari Google Webmaster Tools, yang judulnya sangat menarik What a feeling! Even better indexing of SWF content.

Singkatnya dalam rilis 11 November 2010 yang lalu disebutkan bahwa Google (kolaborasi dengan Adobe) telah mengembangkan dan meningkatkan kemampuan indeks pada konten SWF dan juga secara signifikan mengenali dan mengindeks lebih baik situs yang menggunakan JavaScript untuk meng-embed konten SWF (pake XML buat pemanggilan image yang akan diolah sebagai animasi flash, cmiiw) dan juga mensuppport keberadaan Flash Flayer 10.1.

Selain itu juga bahwa keberadaan video flash (yang menggunakan flash – misal youtube movie) akan lebih mudah dikenali (gak lagi dianggap sekedar aksesori) karena kemampuan ekstraksi metadata dari video flash dan ini berarti kemungkinan untuk terindeks semakin besar.

Dan bila ingin mendapatkan hasil lebih maksimal, dapat mendayagunakan links unik pada tiap halaman yang di menjadi target obyek file Flash dan juga tentunya mendaftarkan Sitemap (Peta Situs) melalui Google Webmaster Tools.

Sobat pembaca sekalian, jadi tidak perlu ada kekhawatiran lagi apabila membuat situs berbasis flash atau flash total.
Meski begitu bukan berarti kalau membuat file Flash pasti terindeks Google. Intinya sih membuat file Flash tidak masalah menggunakan apa saja (kalau saya sih lebih suka pakai teknik yang mudah dengan kombinasi antara Javascript dan XML) selama kitanya pintar-pintar mencari celah dan mengoptimasinya.

Akhirul kalam, sudah makin larut malam dan saya belum makan malam (lagi 😀 – kalau malam makan gak cukup sekali, maklum biasa begadang), selamat berkreasi dan mengoptimasikan web Flash dan atau web yang menggunakan file Flash.

sumber inspirasi tulisan:

Comments are closed.