Penerapan Mind Map dalam pembuatan wordpress theme

Alhamdulillah, setelah 2 hari penuh ini melakukan perjalanan keliling dunia (baca:internet 🙂 ), kini saatnya kembali ke text browser dan menepati janji seperti di tertulis di Facebook saya 🙂 – menggunakan mind map sebagai sarana penyusuran dan penyusunan ide yang bertebaran dan bukan kebetulan bila sekalian merespon email-email (sekalian aja ya) yang masuk ke kotak pesan Myfia On The Web.

Apa yang akan dilakukan saat akan memulai suatu pekerjaan? Yang pertama (buat saya) adalah berdoa semoga segala sesuatunya berjalan lancar sekaligus supaya tidak sampai tergoda apapun (maklum anak muda-kalo depan internet, godaannya banyak 😛 …hehehe), selanjutnya ya kuatkan niat mau ngapain emangnya di depan komputer :))

Pernah bingung saat akan memulai? Wajar sob, semua orang pasti begitu (entah kalau pengantin baru :P). Bagaimana bila menggunakan Mind map (alias Pemetaan pikiran) ?

Belum tahu apa itu mind map? Mind map menurut wikipedia :

“A mind map is a diagram used to represent words, ideas, tasks, or other items linked to and arranged around a central key word or idea. Mind maps are used to generate, visualize, structure, and classify ideas, and as an aid in study, organization, problem solving, decision making, and writing.”dan kalo diterjemahkan semampunya kurang lebih begini :

“Mind Map adalah suatu diagram yang digunakan untuk menterjemahkan kata-kata, ide, tugas dan hal-hal yang saling terkait didalamnya untuk kemudian disusun dalam suatu kata kunci atau ide utama. Mind Map juga biasanya digunakan sebagai pemicu, fungsi visualisasi, struktur, dan mengelompokkan ide dan juga sebagai alat bantu dalam penelitian, organisasi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan juga menulis (kalo buat blogger ya buat bahan blogging :)”

guru_mindmap

Kali ini saya akan mengajak sobat-sobat pengunjung MOTW untuk menggunakan mindmap sebagai alat bantu dalam pembuatan wordpress theme (buat bikin template joomla juga OK, why not gitchu lhooo 🙂 )

Bahwa cara kerja otak dalam berpikir tidak linier seperti membaca tabel secara berurutan, melainkan radial, pola non-linier alias bercabang-cabang dan tampak tidak teratur (padahal tidak demikian), maka diperlukan sarana yang dapat dikenali dengan mudah untuk menuangkannya dalam bentuk yang dapat dikenali, dibaca dan diresapi 🙂

Percaya atau tidak bahwa dengan melakukan pemetaan pikiran maka hal-hal yang tampak kompleks akan tampak jauh lebih sederhana dan mudah apalagi kalau dikasih skala prioritas.

Contoh (sesuai judul ):
Kita ingin membuat wordpress theme, dan bingung mau mulai dari mana, nah pakai mind map, tuangkan, dan sederhanakan (maklum saya orangnya sederhana, termasuk dalam berpikir- kebiasaan pakai mind map :P)

Bila dituangkan secara langsung (mendingan daripada langsung ke text editor dan menuliskan baris-demi bari kode – dijamin puyeng …hehehe).

Linier map:

  1. Buat siapa themenya nanti, buat pakai sendiri, buat klien, buat publik
  2. Pakai apa ya font typenya? Fontface? CSS3? atau pakai image replacement?
  3. Warna backgroundnya enaknya gelap, terang atau rada-rada gelap (macam warna hitam muda …ngarang :P)
  4. Trus layoutnya CSS only alias tableless atau pakai tabel ya? kalo pakai artisteer kan jadinya pakai tabel. mmm….pikir-pikir lagi
  5. rencana ada fitur Twitter, Feedburner, Google analytics, adsense, widget ready dan apa lagi ya
  6. Bagaimana kalau fitur-fitur yang baru saja ditulis dibuat dalam theme options (jadi pengguna akhir alias end user tidak pakai repot). Kodenya?
  7. dan seterusnya …. (bisa keriting sanggul nih jari gw :P)

dan bandingkan bila menggunakan mind map sebagai sarana penterjemahan (langsung aja ke gambar – aktifkan dulu fitur Image Enabled nya sob :P)
wordpress themedevelopment mindmap by riesurya

Gambar yang saya tampilkan untuk model theme development ini tampak sederhana dan bersifat expandable (baca: silakan dikembangkan lebih lanjut).

Bila dibandingkan antara model linier dan non-linier (lihat image) mana yang lebih mudah?

Pada model mind map diatas saya buat dengan menggunakan FreeMind yang bisa didownload secara free dan penggunaannya juga mudah kok.

Percaya deh, saya sudah pakai Mind Map sejak 2005 yang lalu dan asli bikin hidup jadi lebih hidup (maksudnya gak terlalu ribet-ribet amat kalau mau bikin template :P).

Bagaimana dengan penerapan mind map untuk bidang lain? Kenapa tidak?
Mind map bisa buat apa saja, karena pada prinsipnya mind map adalah model visualisasi dari pola berpikir yang dihasilkan oleh jutaan neuron (syaraf otak) dan selama anda masih merasa jadi manusia, kenapa tidak 😛

Pesan orang tua, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, kadang hal yang sederhana akan tampak rumit dan sebaliknya hal yang tampak rumit pada dasarnya adalah sederhana.

So stop say “I have a problem, oops no, I have much problems ” !bagaiman jika diganti :

It looks, I have situation, I want to make it clear like pure water. Now go get mapping my mind and make solution
Happy blogging, happy coding

PS: please put source link if you want to embedded this article (or any others in MOTW) to respect my work and time, Thank you.

Comments are closed.