Sakui Web Validator, tantangan mania web standar

Tulisan ini oleh-oleh dari kunjungan silaturahmi cyber ke rumah sahabat yang menurut saya jauh lebih mania dalam urusan web standar, siapa lagi kalo bukan mas Dani Iswara. Di situs beliau bisa ditemukan harta karun seputar web standar, mulai dari ulasan mengapa web sebaiknya dibuat standar menurut rekomendasi W3C, sampai urusan validator.

Dari artikel-artikel disana, saya banyak belajar dan terinspirasi bagaimana membuat web yang baik dan benar, bisa ditampilkan diberbagai browser (cross browser) dan berbagai media (screen, projection, print,dan lain-lain). Untuk yang terakhir ini masih lumayan berat.
Diantara validator yang pernah saya uji cobakan pada web Myfia On The Web ini antara lain, XHTML Validator, CSS Validator, ATRC dan WAI. so far hasilnya lumayan, maksudnya lumayan lolos testing.
Hingga akhirnya iseng (duh kayak gak ada kerjaan aja pake iseng), nyicip Sakui Validator, dan hasil pertama testing lumayan (lumayan ngawur, scorenya masih 70%, peringkat ke 43 dari 523 website yang terdaftar dan 427 website yang terindex oleh Sakui web validator.

Lihat-lihat isi kesalahan yang terjadi. Ckckckckkkkk….banyak amat ya. Yo wis di coba lagi. Utak-atik lagi scriptnya, test lagi ATRC, WAI nya. hasil pengecekan berikutnya…gubrak melorot …persis seperti pakai sarung gak diikat ….parno deh tuh MOTW di Sakui Validator.

OK selang beberapa hari saat iseng (lagi-2…) cek status Alexa Rank, main lagi ke situs Sakui, dan hasilnya 66%, peringkat ke 63 dari 547 website yang terdaftar dan 446 website yang terindex oleh Sakui web validator. Lho makin error apa gimana nih.

Well, tampaknya ada kekeliruan sedikit. Oprek lagi , test lagi…nah mendingan sudah 68% peringkat ke 51. Mmmm, masih kurang sip (jauh malahan). Kayaknya perlu trick tersendiri nih.
Nah ini hasil terakhir, 75% peringkat 42 dari 547 submitted websites, and 446 indexed wesites by Sakui Validator.

ini screenshotnya (buat kenang-2an di masa tua nanti …halahhh, narsis pake cari alasan …he he he).

Buat saya ini lumayan, dan jangan dibandingkan dengan situsnya Mas Dani yang masuk 20 besar …woohooo, congrats Mas.

edited:
pada pengecekan status 11 Maret 2009, riesurya dot com berada pada score 83%, dan
data terakhir menunjukkan posisi: 23 dari 736 website yang terdaftar (submitted) di Validator Sakui.
ini gambarnya:
ada yang menarik, ternyata selain score Page rank, kenaikan yang lumayan terindex di Yahoo juga memgang peranan penting ya (dasar gw yg original newbie, baru sadar …ckckkkk)

Pelajaran apa yang bisa diambil dari Validasi ala Sakui Web Validator ini?
Mari kita telusuri apa saja yang menjadi parameter oleh mesin validator Sakui ini:

  1. MarkUp Validation
  2. CSS Validation
  3. Accesibility
  4. Features (RSS Feed Validation)
  5. Speed
  6. SEO (Search Engine Optimation)
  7. Privacy

keterangan:

1. Markup Validation

Mesin Validator Sakui mensyaratkan bahwa halaman web memenuhi kaidah web standar seperti direkomendasikan oleh W3C mengenai markup language (bukan markup biaya proyek ya)
Tidak peduli doctype apa yang digunakan oleh suatu website, selama lolos dari mesin validator W3C untuk Markup language, maka scorenya adalah 10/10 (baca: 10 dari 10)
Kebetulan MOTW menggunakan doctype XHTML 1.0 Transitional (cari aman, lagi pula tidak banyak mengadopsi persyaratan untuk menggunakan doctype XML)

2. CSS Validation

Kali ini website harus lulus ujian dari CSS Validator (Sakui web validator menggunakan data check dari validasi yang dilakukan oleh mesin CSS Validator).
Hal ini tampaknya menjadi tantangan tersendiri, mengingat masih adanya konflik kepentingan (conflict of interest) antara IE6 dan internet browser lainnya.
sekedar catatan, CSS Validator akan melakukan inspeksi dengan standar CSS 2.1 (mungkin nanti setelah CSS 3 resmi, maka akan semakin nikmat buat pengembang dan mania CSS dalam berkreasi)
Untuk yang satu ini, MOTW lulus lagi, sip score 10/10.

3. Accesibility

Aksesibilitas, keterjangkauan suatu halaman web untuk dapat diakses oleh berbagai lapisan pengunjung dengan batasan lahiriah, misalnya tidak dapat melihat dengan jelas, gangguan pendengaran, tidak dapat menggunakan mouse (kalo istilahnya mas Dani, tetikus, unik juga ya mouse dalam bahasa Indonesia).
Pada titik ini yang tampaknya memainkan peran penting dalam penentuan score, IMO merupakan titik balik kerumitan dan tantangan yang khas.
Mengapa? Syaratnya lolos WCAG 2.0 Level 1, WCAG 2.0 Level 2, dan WCAG 2.0 Level 3, plus Other GuideLines.
Pada pengecekan pertama, MOTW hanya lolos di WCAG 2.0 Level 1 dan Level 3, dan pesan kesalahan aksebilitas lumayan menonjol.
Untuk ini bisa melakukan pengecekan dengan WAI Validator (pakai Firefox addon, lebih nyaman), dan ATRC test (entah kenapa saat tulisan ini dibuat saya tidak bisa mengakses situs ATRC tersebut sejak kemarin malam).
Untunglah pada pengecekan terakhir MOTW lolos dari WCAG 2.0 Level 1, 2 dan 3 (sip, tinggal dijaga aja jangan sampe gara-gara experiment gak karuan malah gak valid lagi)

4. Features (RSS Feed Validation)

Validasi RSS Feed menjadi salah satu titik penentu dalam pengujian dengan Sakui Web Validator.
Syaratnya, halaman web anda harus mencantumkan link reference RSS Feed di bagian header dan lakukan pengecekan manual ke RSS Validator.
Sayangnya untuk yang satu ini MOTW failed, mengingat model layout untuk halaman depan memang tidak menggunakan pakem standar Joomla, tapi hasil utak-atik ala riesurya. Wooo, berani tampil beda. biarlah, saya suka template ini (sederhana, dengan fitur dan script yang sudah dimodifikasi sesuai keinginan dan experiment)

5. Speed

Parameter yang digunakan singkat saja, yaitu penggunaan gzip mode pada halaman web.
Mesin validator Sakui ini tampaknya berpatokan pada staus gzip dari settingan web, kenapa saya katakan demikian.
MOTW pada dasarnya tidak menggunakan fasilitas gzip bawaan dari system (Joomla), tapi memanfaatkan fasilitas htaccess yang sudah dimodifikasi untuk menghasilkan kompresi pada hasil render kode.

6. SEO (Search Engine Optimation)

Nah ini parameter yang patut dicoba oleh mania SEO. Parameter yang digunakan adalah: Page Titles, Page Rank (kayaknya gak masalah berapa nilai PR-nya, cmiiw),
hasil pencarian di Yahoo (nah ini perannya kayaknya signifikan juga), Google -Yahoo- MSN Search untuk kata kunci title website.

7. Privacy

Nah yang ini yang semalaman bikin saya pusing. Persyaratan yang diminta adalah valid P3P (singkatan dari ). Iseng-iseng lihat view source web yang lolos Parameter Privacy ini, awalnya saya kira cukup memasukkan kode P3P aja ke bagian header tag, ternyata butuh alat bantu untuk menghasilkan file XML P3P ini.
(Insya Allah akan disusun artikel tersendiri – gak janji….yaaaa)
Untuk pemeriksaan Privacy dapat dilakukan dengan P3P Validator.

So, sampai disini kiranya, demikianlah perjalanan MOTW di rimba Sakui Web Validator. Situs ini masih jauh dari benar, kesempurnaan dan akan selalu menjalani versi beta version kecuali sudah lolos disemua lini validator dan semua experiment yang saya lakukan menghasilkan web yang clean, cross browser ready, fully accesibility, dan dapat dinikmati tanpa bersusah payah menunggu loading lama (sorry kalo ada yang mengalami gangguan saat kunjungan ke MOTW, silakan kirim umpan balik)

Akhirul ngetik, selamat menikmati sisa hari Minggu sebelum menjalani rutinitas dan kejar setoran.

Catatan: artikel ini belum selesai sepenuhnya, mengingat adanya keterbatasan waktu dsambung untuk kelengkapan link referensi.

Selamat mencoba, dan semoga sukses.

Comments are closed.