10 hal sebaiknya tidak dilakukan di Facebook

10 hal sebaiknya tidak dilakukan di Facebook
image credit - Lifehacker

Facebook, siapa yang gak tahu sih. Anda ? Pasti bercanda. Seberapa populer Facebook? cara paling mudah dan primitif adalah dengan melihat score Alexa ranking-nya. Seberapa bergunakah Facebook?

Anda yang tahu pasti, karena tiap orang pasti beda alasannya. Hanya apakah anda tahu ada sejumlah hal yang sebaiknya dan jangan pernah dilakukan saat beraktifitas di Facebook?

Saya gak yakin banyak yang tahu (atau memang gak mau tahu :)) ) .

So, daripada jadi paranormal jadi-jadian, yuk kita simak bersama apa sih yang sebaiknya tidak dilakukan selama beraktifitas di Facebook…..

OK, tanpa banyak basa-basi mari kita mulai daftarnya, apa yang sebaiknya tidak dilakukan :

  1. Mencantumkan tanggal lahir yang sebenarnya
  2. Menuliskan rute perjalanan sebagai status
  3. Menyetujui (approve) setiap aplikasi Facebook yang ada
  4. Mencantumkan alamat rumah anda yang sebenarnya
  5. Menyetujui setiap friend request yang muncul
  6. Mengatakan betapa jengkelnya anda pada boss di tempat kerja
  7. Mencantumkan hubungan keluarga (entah adik atau kakak)
  8. Menuliskan alamat email di profil
  9. Melakukan tagging barang dagangan anda tanpa ijin orang yang akan di-tag
  10. Menuliskan password anda sebagai status

Too much? Too sensitive?

Let’s see, kenapa nya :

Sebaiknya Tidak ! atau Jangan !

Mencantumkan tanggal lahir yang sebenarnya

Mungkin bagi anda, hal ini sangat bermanfaat (??) dalam hubungan sosial. Dan tentunya menjadi ajang rada narsis 😛 dengan ucapan-ucapan selamat ULTAH atau Milad dsb dkk dst

Hanya apakah memang perlu?
Apakah anda sadar bahwa hal diatas hanya akan memicu pencurian data dengan cara social engineering?

Sederhananya, karena dengan mencantumkan tanggal lahir di profil akan menjadi semacam clue atau petunjuk apa sih password (kata sandi) yang digunakan , entah ke Facebook atau Email.

sampai sini silakan renungkan sendiri (kalo rame-rame entar malah jadi ngegosip :P)

Menuliskan rute perjalanan sebagai status

“Hi all, saya akan setor uang gaji kalian semua via Bank Boim dan berangkat dari Sudirman, menggunakan bus transjakarta jam 10.01:00 dan akan turun di Halte Sarinah. Saya pakai baju kotak-kotak motif sarung lho. Kalo ada yang mau duluan, siap-siap aja di ATM ya”

Lho apa yang salah? Selintas memang tidak salah. Hanya apakah anda cukup yakin dan waspada bahwa dengan begitu anda sudah sangat terbuka di ruang publik.

Apa anda yakin bahwa semua friends di Facebook menyukai anda? Apa cukup yakin bahwa tidak ada klonengan personal yang sebenarnya sedang mengincar Anda secara finansial, dan atau bahkan jiwa !

Mungkin bagi anda yang baca artikel ini merasa, saya terlalu parno alias paranoid. Saya akan jelaskan pada bagian penutup OK.

Menyetujui (approve) setiap aplikasi Facebook yang ada

“Dapatkan cara mengetahui siapa saja yang mengintip data pribadi anda dengan menyetujui akses Aplikasi IkutanIntipDong”

Apakah anda tahu bahwa siapapun bisa membuat aplikasi Facebook dengan mudah? Bila anda pikir aplikasi yang ada di Facebook dijamin dan dilindungi oleh pengelola / manajemen Facebook, maka anda salah besar.

Bila anda mendapat tawaran aplikasi yang tampak menarik, lalu mengklik persyaratan dengan menyetujui bahwa semua akses ke data profil, status, friends ke pembuat aplikasi maka bersiap-siaplah, “Anda mulai menanam benih-benih penyesalan”

Apakah cukup percaya bahwa tidak ada maksud lain dari pembuat aplikasi? Bagaimana bila dibalik aplikasi itu diselipkan Trojan yang siap-siap memata-matai aktifitas anda selama di Facebook?
Silakan dipikir sendiri sob, ini hanya saran

Mencantumkan alamat rumah anda yang sebenarnya

“Home : Jalan Tetangga Mangga Dijamin Manis No. 2000, Kebon Manggis, persis sebelah kebon anggurnya Bang BukanToyib”

Anda mungkin beralasan bahwa dengan mencantumkan data alamat adalah keharusan (kata siapa?)
Lalu buat apa interaksi di Facebook digunakan bila semua data anda cantumkan di halaman profil (dan terlebih dapat diakses oleh siapa saja aka everybody)

Menyetujui setiap friend requests yang muncul

“Allo bro, ini gw Anissa Gahar, masih inget gak? Dulu kita duduk satu bangku berdua pas SMA?”

Yakin kalau yang request itu teman lama Anda? Apalagi si teman menggunakan foto profil dan nama profil yang anda tidak bisa memastikan kebenarannya.

Bagaimana bila ternyata itu hanya fake friend alias orang yang menyamar menjadi teman anda dan menggunakan nama asli teman Anda dengan tujuan tertentu yang tidak pernah anda harapkan ?

Mengatakan betapa jengkelnya anda pada boss di tempat kerja

“Cuih, jijay markojay, kalah sama bajaj. Mendingan gw yang jadi boss daripada dia. Yang bener aja, masak hare gene telpon di kantor masih nebeng telpon umum sebelah kantor? Tiap hari kudu bawa sendiri koin buat nelpon”

OK, setiap orang berhak berbicara. hanya apa anda yakin kalau itu nantinya tidak menjadi batu sandungan karir anda di tempat kerja? Anggaplah si boss tidak tahu isi status anda, hanya bagaimana bila hal itu dijadikan sarana untuk menjatuhkan oleh orang-orang yang tidak suka pada anda di tempat kerja.

Sobat, facebook itu membuat dunia sosial tanpa batas, so be careful OK 🙂

Mencantumkan hubungan keluarga (entah dekat banget atau emang jauuh) di profil

“Ini sodara2 gw, beda ibu lain bapak. Yang bikin sama, kita semua sama-2 berkumis hitam atas dan juga bawah :D”
Ya ya ya, bolehlah demi mengakrabkan diri dan memperjelas status (bukan WallPost ya) anda. Hanya, apa memang perlu?

Dunia hacking-menghacking, tipu-menipu akan semakin terbuka wawasan dan aktifitasnya dengan data-data pribadi (yang bisa jadi orang lain atau bahkan teman dekat anda sendiripun tidak tahu).

Dengan ketersediaan data-data yang lebih banyak dan terbuka (dan ditulis atau dicantumkan sendiri oleh anda, maka semakin terbuka sarana dan prasarana untuk aktifitas illegal atau cybercrime).

So, silakan pertimbangkan lagi sob. Bukan tidak boleh, hanya ini sekedar saran dan pertimbangan saja. Dipakai boleh tidak diikuti juga tidak ada masalah.

Menuliskan alamat email di profil

“Email : [email protected]_gwjawab.com”

OK, saya bisa paham bila alasan kemudahan dalam berinteraksi dengan sesama facebooker lebih mudah. Hanya kalau begitu buat apa anda melakukan aktifitas add-friends dan atau menyetujui request friends?
bagaimana dengan sarana Private Messaging via Write Message atau Chat?

Kecuali ada alasan tertentu misal, demi kemudahan bagi konsumen atau lainnya buat apa mencantumkan alamat email di status dengan akses publik ?

Melakukan tagging barang dagangan anda tanpa ijin orang yang akan di-tag

“Halo semua, kalo gak berkenan silakan di-remove aja ya. Sebelum di remove di-save aja dulu kali aja ntar butuh. Ada dagangan keren nih.
MBackBerry seri Cuci Baju, fitur : Boetoet, WiFi (tanpa antena, kalo mau yang pake antena ada, namanya Wiihhh ), Multi SD slot ( bisa di-upgrade ke SMP-SMU), Casing hitam bohay mulus dan licin (bisa disemir sendiri kalo dah rada buram), bisa buat Fesbukan (nih lagi gw pake :D),bisa Sliterran (versi baru Twitter), game lengkap -ada Koprok, Congklak, Petak Umpet dll – mainnya jangan sendiri, bisa dikira gak waras :D, dan tentunya bisa BBM-an bebas subsidi dan bebas polusi. Bonus kartu perdana Simsalabim plus Voucher Adwords. Harga rada-rada gak normal. Diskon 40% buat 100 pembeli pertama. Setelahnya kembali ke harga normal (cek aja harga ke situs hape tetangga)”

Nah ini salah satu yang membuat tujuan pengguna Facebook dari aktifitas sosial menjadi anti-sosial.
Bila anda mempunyai barang dagangan, dan bermaksud untuk melakukan promosi, hendaknya mulailah dengan menjalin komunikasi dengan calon yang akan di tag.

Jangan sampai, tidak pernah ada komunikasi (entah via PM, WallPostatau Comment Respond) lalu mendadak muncul barang dagangan yang di tag di wallpost teman anda.

Apa semua orang tidak berkeberatan dengan aktifitas tagging?

Lagipula, kan ada fitur Pages yang bisa dijadikan sarana atau pakai sarana marketingnya Facebook.
Selain tampak lebih profesional, juga anda tampak lebih niat dalam berdagang 😀

Menuliskan password Facebook anda sebagai status

“Password hari ini : bintang7 alias ******* , pakai email diatas”

Apalagi yang terakhir ini. Bolehlah anda ingin dikenal dan punya banyak teman. Berbagi informasi memang perlu, hanya bila berbagi password Facebook? Sungguh Terlalu !

Sobat, saya tidak ingin berprasangka macam-macam atau terlebih membayangkan apa respon yang muncul setelah menghabiskan waktu bermenit-menit membaca artikel ini.

Mungkin (ini mungkin aja), akan hadir sumpah serapah, menyebut saya sebagai seorang paranoid, anti sosial, atau apalah itu. Mungkin juga akan ada yang mengamini (emangnya saya lagi doa :P).

Kenapa saya tampak begitu sensitif dengan masalah data pribadi di internet?
Karena sudah banyak jatuh korban, baik yang disadari atau tidak, karena kelalaian dan efek narsis berlebihan yang memicu aktifitas cybercrime dan mungkin juga offline crime.

Sobat saya hanya ingin berbagi pesan saja, sekedar berbagi saran. Karena meski rambut kita sama hitam (padahal mulai banyak uban sih :)) ) atau buat yang berwarna-warni (asli ataupun hasil karya salon tetangga :P) bukan berarti sobat harus mengikuti apa-apa yang saya tulis diatas.

Bagi saya berbeda pendapat itu wajar, tidak perlu dipermasalahkan apalagi sampai bermusuhan.

So, bila sobat punya pendapat lain gak usah pake sungkan, silakan saja komentar dibawah, sepanjang tidak menyinggung SARA-P (Suku Agama Ras Adat-istiadat dan Pelanggaran Norma Sosial) akan dimuat secara utuh.

Terbuka memang baik, hanya kewaspadaan harusnya diutamakan !

Comments are closed.