Step by Step Safety Coding

3 hari berlalu sejak rilis artikel Penerapan Mind Map dalam pembuatan wordpress theme kali ini dilanjutkan dengan skema Step by Step Safety Coding, Cara sehat melakukan aktifitas koding tanpa pusing. Pada skema berikut mencoba menghadirkan pola pikir saya yang sederhana dalam membuat template atau theme. Awalnya skema ini bukan direncanakan menjadi postingan, hanya mungkin akan lebih baik (semoga) bila di share buat rekan-rekan pengunjung 🙂 dan mudah-mdahan manfaat.

Pada skema yang tampaknya tiada pangkal dan ujung ini (padahal ada 🙂 ), saya akan mengajak rekan-rekan untuk berkreasi sesantai mungkin pada saat melakukan aktifitas penyusunan kode-kode menjadi karya nyata (baca: coding). Dan untuk mudahnya, skema berikut saya buat dengan menggunakan perangkat lunak mind map non-commercial Freemind

Jangan pernah memulai sesuatu tanpa rencana dan
jangan pernah merencanakan sesuatu yang tanpa manfaat
OK, yuk kita mulai, Bismillahirrohamirohim,

Supaya tidak bingung, nih skemanya,

Puyeng? hehehe, santai aja, yuk kita cermati satu per satu

Ideas Collection

Pada tahap awal (kalo mau dibilang awal, dalam artian dimulai dari nol – sorry gak ada titipan pesan sponsor apapun :P), maka tahap awal akan dimulai dengan Pengumpulan Ide.

Darimana ide berasal? Nah ini relatif. Bagi saya ide bisa datang dari mana saja, entah dari hasil browsing di internet, film, saat menunggu jemputan (baca: nunggu bis di halte :P) dan yang mungkin saat sedang menanti antrian panjang kemacetan Jakarta?

Jangan pernah meremehkan apapun bentuk ide yang datang, mungkin saat itu tampak sepele, hanya siapa tahu?

Sorting

Selanjutnya setelah ide-ide mulai terkumpul, silakan dilanjut dengan proses penyortiran, atau istilahnya memilih dan memilah. Mulai dan jangan ditunda, lakukan pemilihan dan pilah-pilah alias klasifikasikan secara global, dan mengkerucut menjadi yang lebih spesifik dan seterusnya.

Misal,
ide-ide yang ada untuk membuat theme WordPress atau template Joomla (misalnya):

  • Custom header image
  • Flash header
  • Copyright on footer
  • Google analytics
  • Feed burner option
  • dan seterusnya dan seterusnya

Mana yang bisa dibuat saat ini dan dijadikan dalam kontrol Theme Options atau Joomla Template parameter, dan mana yang sebaiknya dipasang langsung.
Pikirkan juga skala prioritas bila memang dihadapkan pada tenggat waktu dan juga kemampuan masing-masing, jangan memaksakan diri, keep on learning OK 🙂

Coding in Progress

Setelah tahapan penyortiran sudah selesai, bisa dilanjut dengan melakukan penulisan kode-kode.
Pada proses ini agar berhati-hati dan diperlukan ketelitian, jangan terburu-buru ingin cepat selesai. Meminjam istilah dari WordPress, “Coding is Poetry”, nah perlakukan penulisan kode seperti halnya menulis puisi (apalagi kalau lagi falling in love, dijamin kodenya cantik banget 😛 )

Saya tidak membahas bagaimana menulis kode yang baik dan benar (saya sendiri juga masih belajar), meski ada di salah satu komentar yang hadir untuk koding MOTW ini, katanya sih Coded Wonderfully (Subhanallah, sesungguhnya segala pujian hanya untuk Allah SWT semata 🙂 )

Testing

Langkah selanjutnya, setelah menulis puisi (dari Coding is Poetry), maka saatnya melakukan pengujian apakah kode-kode yang tadi ditulis sudah bisa berfungsi dengan benar dan tidak bikin error?

Tahapan ini baru langkah awal dari proses panjang yang disebut dengan debugging 😛

Debugging

Inilah dia tahapan yang IMO paling memakan waktu paling banyak. Proses debugging ini akan membantu tidak hanya apakah kode-kode hasil testing sudah berjalan baik. Meskipun hasil testing sudah menunjukkan bahwa kode berhasil dieksekusi dengan lancar, tidak berarti sudah benar.

Pada prosesi ini aktifkan mode error displayed, dan sebaiknya dilakukan di local development dulu, kecuali bila dilakukan secara online dan dengan akses terbatas (misal dengan IP restriction access).

Improvement

Jangan pernah merasa puas saat hasil debugging sudah menunjukkan tanda-tanda kehidupan normal dan tanpa error. Coba cek lagi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan kode? berapa banyak query yang diperlukan atau dipanggil (bila menggunakan database) ? Seberapa besar ukuran dokumen (document size) yang dihasilkan?

Itulah mengapa kita perlu melakukan improvisasi (pengembangan) tanpa henti dan jangan pernah merasa puas dengan apa yang sudah dihasilkan, setujuuuu 🙂

Hasil dari improvisasi (lihat skema) dapat dimasukkan ke dalam koleksi ide bila akan dimuat pada versi kode berikutnya (kecuali anda tidak cukup sabar untuk menterjemahkan dalam versi final :P)

Public Release

Saatnya narsis 😛 hehehe. Setelah jadi (misalnya template atau theme), tentunya saat yang mendebarkan adalah proses rilis ke publik. Bisa jadi anda akan memberikannya kepada publik secara free atau komersial, atau dipakai sendiri. Tentukan pilihanmu 🙂

Feedback

Proses umpan balik ini sering kali dilupakan. Jangan pernah membiarkan karya anda hadir ke ruang publik tanpa ada feedback alias umpan balik. Bahwa bila sudah bagus menurut anda belum tentu bagus untuk orang lain. Kecuali anda membuat template untuk dinikmati secara individual dan tidak memperdulikan respon publik.

Pengalaman, saat situs Myfia On The Web ini untuk kali pertama muncul yang hadir bukan pujian, melainkan kritikan baik yang secara terang-terangan maupun yang gelap-gelapan 😛

Mudah-mudahan tulisan siang hari pasca Jumatan ini bisa memberi inspirasi dan memecahkan kerasnya batu es yang mengganduli dan membebani benak pikiran kita semua saat melakukan aktifitas koding.

Penutup

Bagi saya :
Coding is not just Poetry,
Coding is the way to share and say Thanks God for Everything

somewhere in earth, when I miss U so much,
June 25, 2010

Comments are closed.